Dewasa ini pendidikan adalah sebuah
kebutuhan yang paling penting dan berpengaruh terhadap kehidupan seseorang.
Tanpa adanya pendidikan seseorang akan sulit untuk bersaing dengan lingkungan
sekitarnya. Pendidikan menjadi acuan dalam menilai kemampuan seseorang dalam
hal intelektualitas disamping dengan kinerja dan pengabdian yang nyata. Apalagi
di jaman globalisasi ini yang menuntut masyrakat untuk lebih kompleks dan
dinamis. Era ini menuntut partisipasi semua pihak untuk terlibat di dalamnya.
Setiap orang tidak hanya dituntut untuk menguasai bidangnya saja tetapi mampu
berintregasi pada bidang lain. Oleh karena itu diperlukan suatu sikap kepekaan
yang tinggi terhadap keadaan di luar dirinya.
“Mahasiswa” menjadi kata yang sakral dan
memiliki beragam arti. Banyak yang mengartikan mahasiswa sebagai agen
perubahan, penyambung lidah rakyat, dan tombak penentu bangsa. Memang demikian,
karena mayoritas mahasiswa adalah pemuda, dan orang akan melihat pemuda untuk
mengukur maju atau tidaknya sebuah negara di masa depan. Peranan mahasiswa pada
era ini sangat diperlukan mengingat mereka kaum-kaum terpelajar yang masih
penuh dengan semangat dan cita-cita. Untuk itu diperlukan mahasiswa yang
mempunyai jiwa kepekaaan terhadap perubahan lingkungannya, mempunyai sifat yang
dapat mengontrol dirinya serta dapat membawa aspirasi rakyat untuk
diperjuangkan. Tapi apakah
kenyataannya demikian? Semakin ke sini banyak mahasiswa yang
"nyleweng" dari harapan banyak orang. Kebanyakan mahasiswa sekarang
hanya mementingkan kebutuhannya sediri, apatis bahkan pragmatis. Semakin acuh
tak acuh dengan keadaan sekitar. Di saat kondisi negara yang semakin hari
semakin memprihatinkan. Politik tidak stabil, ekonomi lesu, dan sempitnya
lapangan pekerjaan. Ahirnya, rakyatlah yang semakin menderita. Itulah Pekerjaan
Rumah (PR) sebenarnya yang harus mahasiswa selesaikan.
Menguntip pesan Victor Serge untuk mahasiswa. “Kau ingin jadi
apa? Pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheran tidak
adil? Dokter, untuk mempertahankan kesehatan kaum kaya, dan menganjurkan
makanan yang sehat, udara yang baik kepada mereka yang memangsa kaum
miskin? Arsitek, untuk membangun rumah nyaman bagi tuan tanah? Lihatlah di
sekelilingmu, dan periksa hati nuranimu. Apakah kau tak mengerti bahwa tugasmu
adalah sangat berbeda: untuk bersekutu dengan kaum tertindas, dan bekerja untuk
menghancurkan sistem yang kejam. Ini sudah jelas bahwa pekerjaan utama mahasiswa
adalah tidak hanya masuk kelas, mendengarkan ceramah dosen, dan dapat ijasah.
Akan tetapi mahasiswa harus berani membela kaum tertindas, "respect",
dan kritis terhadap segala kebijakan pemerintah yang hanya menguntungkan
cukong-cukong kaya dan menyengsarakan rakyat.
Untuk bersekutu
dengan kaum tertindas, mahasiswa tidak harus turun ke jalan: demo dan bakar
ban, akan tetapi cukup dengan mengimplementasikan ilmu dan "skill"
yang mereka miliki kepada masyarakat secara sungguh-sungguh. Dan itu merupakan
kontribusi nyata mahasiswa untuk masyarakat. Karena poin utamanya adalah
implementasi itu sendiri. Mahasiswa jurusan ilmu politik misalkan, dengan
"skill" dan Ilmu yang mereka miliki di bidang politik, mereka bisa
berkontribusi langsung di dunia perpolitikan negeri ini dengan memunculkan
kebijakan-kebijakan politik baru yang menguntungkan semua orang ketika telah
memegang kekuasaan, yakni pemerintah. Sama halnya mahasiswa jurusan agama,
dengan ilmu agama yang dimiliki, mereka harus mampu memberikan pemahaman kepada
masyarakat luas tentang bagaimana beragama yang bijak. Yang tidak suka
mengkafirkan dan menyalahkan golongan lain yang tidak sefaham. Karena
faham-faham seperti inilah yang menjadi cikal-bakal suburnya
organisasi-organisasi radikal vandalis seperti ISIS, dan organiasasi radikal
lainnya yang ada di Indonesia. Begitu juga dengan mahasiswa jurusan ekonomi,
kedokteran dsb.
Alangkah
indahnya negeri ini ketika semua mahasiswa mau peduli, tidak apatis dan turut
berkontribusi terhadap kesejahteraan kaum tertindas. Menjadi garda terdepan
terhadap semua kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak ke
rakyat, mampumenjadi inisiator penggerak kemajuan dalam hal teknologi. Poin
seperti inilah yang seharusnya mahasiswa capai. Karena sejatinya mahasiswa yang
seperti inilah yang menjadi idaman masyarakat indonesia. Dan untuk semua
mahasiswa yang ada di Indonesia, marilah berkontribusi mewujudkan cita-cita
kaum tertindas dan menjadi mahasiswa idaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar